TESTIMONI

Rendra, 28 tahun. Saya sudah terlepas dari penyakit HIV / AIDS yang sudah saya derita selama 5 (lima) tahun, dengan mengkonsumsi Herbal Sari Dinda selama 14 (empat belas) hari.
Saya mengijinkan data medis saya dipublikasikan untuk kepentingan dunia kesehatan.
Jakarta, Mei 2009
Rendra Alfonso
----------------------------------------------------------------------------
Pinus, 27 tahun
Saya jauh tinggal di pedalaman Kalimantan. Saya depresi ketika hasil tes
dinyatakan HIV Reaktif, ingin rasanya mati saja hari itu juga. Karena
saya berfikir tidak punya masa depan lagi dengan mengidap penyakit HIV
yang belum ada obatnya.
Namun berkat dorongan dan semangat dari orang tua serta semakin sering
saya mendekat kepada Allah, ada teman yang memberitahukan pengobatan
dengan herbal Sari Dinda.
Awalnya saya tidak percaya, ini pasti penipuan, apalagi ketika saya
browsing di internet dan masuk dalam satu forum HIV/AIDS banyak yang
mengatakan tidak mungkin bisa sembuh. Di luar negeri saja belum
ditemukan obatnya oleh para ilmuwan, apalagi di Indonesia.
Dan banyak hal berbeda yang saya temukan di dalam pengobatan herbal Sari Dinda dan pengobatan medis.
Saya memang teliti dalam mengatasi suatu masalah serta tidak gampang percaya dengan satu hal yang belum bisa saya buktikan.
Hanya satu yang membuat saya percaya dan mengikuti pengobatan herbal
Sari Dinda adalah bukti laboratorium yang mereka tampilkan di web. Jika
itu rekayasa, web mereka pasti sudah diblokir dan mereka pasti sudah
berurusan dengan pihak berwajib.
Saya mengkonsumsi herbal Sari Dinda selama 24 hari. Bulan berikutnya
saya melakukan tes, hasilnya masih HIV Reaktif, saya sempat protes
dengan mereka. Namun mereka mengatakan, antibody masih terbentuk di
dalam darah, jadi harus menunggu beberapa waktu lagi, hingga terurai
kembali antibody dalam darah.
Dua minggu kemudian, saya lakukan tes diam-diam tanpa sepengetahuan mereka, tepatnya di bulan november 2011.
Surprise ... HIV Nonreaktif, saya telepon mereka memberitahukan kabar
gembira ini. Spektakuler ... harus bangga dengan karya anak bangsa.
Jangan sempat hasil penemuan ini dibawa oleh bangsa lain, lalu dijual ke
negara kita, baru kita percaya ... Itu sangat bodoh ...Memang benar apa
yang mereka katakan : Ikuti mereka yang telah sembuh, jangan ikuti
mereka yang masih sakit
----------------------------------------------------------------------------------------------
Cemara, 24 tahun
Awal november 2008, saya diare, nafsu makan berkurang, berat badan berkurang dari 50 kg menjadi 41 kg, demam disertai meriang dan badan terasa lemah sekali.
Berobat ke rumah sakit dinyatakan gejala typus dan kekurangan gizi, diopname selama seminggu tidak ada perubahan.Kondisi tubuhku semakin parah, terutama jamur dimulut sampai ke langit-langit, lidahku tidak bisa merasakan apa-apa, susah tidur, mandi keringat.
Maret 2009 baru ketahuan aku Positif HIV. Putus asa dan mau bunuh diri rasanya.
Berkat info dari teman di jakarta, akhirnya saya mengkonsumsi Sari Dinda.
Setelah 2 paket saya konsumsi Sari Dinda, perubahan yang saya rasakan banyak sekali, terutama saya sudah bisa tidur pulas. Sesuai dengan program yang mereka buat utk pengobatan saya, sebenarnya masih lama dan memerlukan banyak paket, dikarenakan virus yang sangat banyak dalam tubuh. Namun saya sedang berusaha mengumpulkan uang untuk menuntaskan penyakit saya.
Yang terpenting menurut saya : Sari Dinda harus dibarengi dengan doa dan iman, bahwa kita bisa sembuh.
--------------------------------
Tulip, 28 tahun
Saya tinggal di propinsi Banten.Karena kondisi tubuh sudah semakin drop,
akhirnya saya masuk ke rumah sakit. Ketika itu saya masih bisa jalan,
namun setelah 2 minggu di rumah sakit tidak ada perubahan, akhirnya saya
minta pulang dengan kondisi tidak bisa makan. Karena jamur sangat
banyak di rongga mulut, tidak bisa menelan air ludah, anak tekak yang di
dalam tenggorokan hampir putus serta sebagian lidah saya sudah putus.
keluarga sudah putus asa.
Sungguh Allah maha pengasih dan penyayang, konselor saya menganjurkan untuk mengkonsumsi Sari Dinda.
Sangat mahal memang yang timbul dalam pikiran saya dan lebih baik mati saja.
Namun setelah 1,5 bulan mengkonsumsi Sari Dinda, pikiran tersebut hilang
dengan perubahan kesehatan yang semakin membaik pada tubuh saya. Saya
sudah bisa berjalan kembali, makan dengan lahap dan yang terutama saya
sudah bisa kerja kembali.
Program yang mereka buat memang sangat ketat, mengingat jumlah virus
yang sangat banyak dan sistem kekebalan tubuh saya yang rendah sekali.
Walaupun belum tuntas habis virus saya, karena kekurangan dana, saya
tetap mengucapkan banyak terima-kasih buat Sari Dinda. Saya akan
berusaha mengumpulkan dana untuk kesembuhan saya. Uang dapat dicari jika
kita sehat.
Thanks Sari Dinda
