HIV / AIDS
HIV/AIDS DAPAT DI BUNUH DALAM TUBUH MANUSIA
Kelebihan dari suatu eksperimen herbal yang tidak mempunyai efek samping dalam kesehatan manusia sangat kita rasakan manfaatnya, sebab Allah Sang Maha Pencipta sangat peduli terhadap ciptaanNYA yang mulia. Namun kita manusia yang bodoh ini tidak mau menyelidiki bahwa ciptaan Allah itu sempurna adanya.
Karena sebelum Allah menciptakan manusia, telah dilengkapiNya kebutuhan tubuh manusia dari alam sekitar kita.
Sebab itu kami mencoba bereksperimen dengan ciptaan Allah tersebut, dalam menanggulangi penderita HIV/AIDS.
Pengertian HIV/AIDS
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang merusak atau menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.
AIDS (Acquired Deficiency Syndrome) sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lainnya.
Penularan HIV/AIDS (Mohon diperhatikan)
HIV dapat menular melalui:
1. Hubungan seks tidak aman/seks bebas/oral seks (kondom tidak
menjamin bahwa anda tidak akan tertular, karena tumpahan sperma
dengan cairan vagina bisa menimbulkan resiko tertular).
2. Cairan sperma dan cairan vagina. Ini membuktikan bahwa HIV dapat
hidup di dalam kelenjar.
3. Penggunaan jarum suntik untuk : tato, tindik dan narkoba yang tidak
steril dan secara bergantian.
4. Transfusi darah yang mengandung HIV.
5. Peralatan kedokteran yang tidak steril, sebagai contoh:
peralatan bedah.
6. Dari ibu ke anak melalui kelahiran.
7. Dari ibu ke anak melalui air susu ibu.
8. Darah ke darah. Misalnya tangan anda luka dan bersentuhan langsung
dengan luka/darah penderita HIV/AIDS.
9. Air Ludah. Berciuman dengan penderita HIV/AIDS dapat
menimbulkan resiko tertular.
Dari pengalaman kami, ODHA (Orang yang hidup dengan HIV/AIDS) dibagi dalam 2 tingkatan yaitu :
1. ODHA dengan masa jendela (masa jendela = masa antara masuknya HIV ke dalam tubuh manusia sampai terbentuknya antibodi terhadap HIV)
Gejala-gejala yang muncul adalah :
- panas tinggi disertai menggigil
- pusing kepala sebelah (seperti migren)
- sakit pinggang
- flu
- batuk
Sesuai hasil eksperimen, kami menghimbau agar odha mengkonsumsi makanan yang bergizi, karena sangat berguna untuk menambah sel-sel di dalam darah serta memperbanyak mengkonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan dan rempah-rempah.
Sebab untuk membunuh virus dalam tingkat ini, yang kami lakukan adalah menggabungkan tiga unsur tersebut, antara lain : tumbuhan kaki tiga, daun sereh, buah sawo, dll.
Untuk mengatasi odha dalam tingkatan ini (sesuai dengan penelitian kami) sangat mudah sekali dan hanya memerlukan waktu kurang lebih 14 hari. (Bisa anda lihat di halaman himbauan)
2. ODHA stadium lanjut (AIDS).
Ciri fisiknya adalah:
- infeksi kulit (timbul bintik-bintik hitam di tubuh)
- sesak nafas (penyakit paru-paru)
- timbul jamur di rongga mulut (terutama di lidah, rongga mulut, kerongkongan serta di alat kelamin)
- infeksi otak (toxo)
- infeksi di leher (kelenjar getah bening)
- jantung bocor
- vertigo
- diare
- penglihatan menjadi kabur
- perut kembung (terasa mual)
- stroke
- ginjal yang tidak berfungsi
- nyeri persendian
- kaki
terasa baal hingga tidak bisa berjalan, dll
Mengapa ini terjadi?
Sebenarnya HIV tidak membunuh manusia, melainkan merusak sel-sel di dalam darah terutama sistem kekebalan tubuh (T Sel/CD4). Sel-sel yang ada dalam darah itu ialah sel-sel yang berfungsi menahan virus/ bakteri dan kuman yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga, jika sistem kekebalan tubuh kita rusak/rendah, maka tubuh manusia sangat mudah terserang penyakit.
Tahapan pengobatan kami dalam mengatasi odha dalam tingkat ini, yaitu :
a. Memperbaiki organ-organ tubuh yang telah dirusak oleh virus lain
yang masuk ke dalam tubuh. Contohnya : paru-paru, ginjal, jantung,
otak, persendian-persendian yang kaku dan lain-lain.
b. Menaikkan daya tahan tubuh/sistem kekebalan tubuh manusia (CD4).
Untuk menaikkan daya tahan tubuh manusia (CD4),
kami hanya memerlukan waktu 3 - 6 hari saja.
c. Membunuh virus HIV/AIDS
Data yang kami perlukan untuk melakukan pengobatan adalah jumlah
virus (HIV1-RNA atau Viraload), agar kami mengetahui komposisi
pembunuh virus yang diperlukan ODHA.
Alasan kami melakukan tahapan tersebut diatas adalah, jika kami langsung membunuh virus, manusia tidak akan bisa bertahan hidup dengan daya tahan tubuh yang sangat rendah. Sementara organ-organ tubuh sudah banyak yang rusak akibat virus-virus yang lain.
Setelah virus dibunuh, bangkai-bangkai dari virus tersebut harus dibuang melalui saluran paru-paru dan ginjal. Untuk mengeluarkan bangkai-bangkai virus dalam darah diperlukan tenaga, sehingga kami membangun terlebih dahulu sistem kekebalan tubuh.
Bahan-bahan yang kami gunakan adalah: umbi-umbian, tanaman air, tanaman padi, dll.
Semua bahan-bahan yang kami gunakan tersebut kami namakan Herbal Sari Dinda.
Dari beberapa odha yang telah kami sembuhkan, ada 3 (tiga) odha yang mau dan mengijinkan kami untuk mempublikasikan data-data kesehatan pribadinya untuk menolong odha yang lainnya.
Inilah data-data mereka sebelum dan sesudah mengkonsumsi Herbal Sari Dinda :
1. RENDRA O, 28 tahun
Sebelum mengkonsumsi Herbal Sari Dinda :
SID : 381001040 (Laboratorium RS Cipto Mangunkusumo)
Tanggal : 01 Oktober 2008
Diagnosis : Anti HIV Penyaring POSITIF
No. Lab : TU0079239A ( Laboratorium RS Kanker Dharmais)
Tanggal : 07 Oktober 2008
CD4 % : 26%
No. Lab : 0810070199 (Laboratorium Prodia)
Tanggal : 7 Oktober
HIV-1 RNA : Virus tidak terdeteksi
Tanggal 26 April sampai dengan 5 Mei 2009 (empat belas hari) mengkonsumsi Herbal Sari Dinda.
Sesudah mengkonsumsi Herbal Sari Dinda :
SID : 290515783 (Laboratorium RS Cipto Mangunkusumo)
Tanggal : 15 Mei 2009
Diagnosis : HIV Penyaring NONREAKTIF
Setelah 3 (tiga) bulan, dilakukan pemeriksaan kembali ke laboratorium dengan hasil sebagai berikut:
SID : 290825786 (Laboratorium RS Cipto Mangunkusumo)
Tanggal : 25 Agustus 2009
Diagnosis : HIV Penyaring NONREAKTIF
2. CHRISTIAN , 26 tahun
Sebelum mengkonsumsi Herbal Sari Dinda :
SID : 380930026 (Laboratorium RS Cipto Mangunkusumo)
Tanggal : 30 September 2008
Diagnosis : Anti HIV Penyaring POSITIF
No. Lab : 0810070198 (Laboratorium Prodia)
Tanggal : 7 Oktober 2008
HIV-1 RNA : 4.170 copies/mL
No. Lab : TU00122503A ( Laboratorium RS Kanker Dharmais)
Tanggal : 04 Februari 2009
CD4 Abs : 252 cell/ul
Tanggal 11 Maret sampai dengan 25 Maret 2009 (empat belas hari) mengkonsumsi Herbal Sari Dinda.
Sesudah mengkonsumsi Herbal Sari Dinda :
No. Lab : 0904070263 (Laboratorium RS Kanker Dharmais)
Tanggal : 07 April 2009
CD4 Abs : 284 cell/ul
No. Lab : 0904070263 (Laboratorium RS Kanker Dharmais)
Tanggal : 07 April 2009
HIV-1 RNA : 1.450 copies/mL
Tanggal 28 Maret 2009 sampai dengan 12 April 2009 mengkonsumsi kembali Herbal Sari Dinda selama 14 (empat belas) hari.
No. Lab : 0905130360 (Laboratorium RS Kanker Dharmais)
Tanggal : 13 Mei 2009
Diagnosis : ELFA (Antigen P24) TIDAK REAKTIF
3. BELLA, 3 tahun
Sebelum mengkonsumsi herbal Sari Dinda:
Tanggal : 17 April 2010
Lab : Banjarmasin
Diagnosis : HIV REAKTIF
Sesudah mengkonsumsi herbal Sari Dinda :
Tanggal : 5 Juni 2010
Lab : Banjarmasin
Diagnosis : Antibodi HIV1/HIV2 NONREAKTIF
Antigen P24 NEGATIF
Untuk informasi selengkapnya hubungi :
Lembaga Swadaya Masyarakat TWO S
Jl. Swadaya Raya No. 1 Rt 08/01 Duren Sawit Jakarta Timur 13440
(021) 97224454 - 0813 8505 6627
email: lsmtwos@yahoo.com
